Sabtu, 23 Juni 2013 − 00.37 WITA
Panitia Lokal (Panlok)
82 Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil menggagalkan tindak
kecurangan yang coba dilakukan peserta dalam pelaksanaan ujian tulis
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di hari kedua.
Tim pengawas menemukan dua peserta di ruang ujian yang berbeda. Masing-masing di ruang ekstensi Fakultas sospol dan ruang ekstensi teknik Kampus Unhas Barayya di Jalan Sunu. Mereka menerima kunci jawaban melalui ponsel yang diselipkan. Peserta yang mengambil jurusan sains dan teknologi (saintek) tersebut sudah diproses dan langsung dinyatakan tidak lulus.
Humas Unhas Ikbal Sultan menjelaskan, kecurangan keduanya terungkap dari kecurigaan pengawas yang melihat mimik muka keduanya agak gugup. Dari sinilah kemudian pengawas mendapati jika peserta tersebut telah melakukan komunikasi dengan pihak luar terkait soal dan jawaban ujian.
"Sebelumnya pengawas sudah mengamankan barang-barang peserta seperti tas termasuk ponsel di depan ruang ujian. Karena aturan ujian memang seperti itu. Tapi kedua anak ini satu laki-laki dan satunya perempuan berhasil menyembunyikan dari pengawas,"
Ikbal menuturkan, kuat dugaan, kedua peserta ini merupakan siswa bimbingan belajar (Bimbel). Sebab sebelum menerima jawaban, mereka masing-masing terlebih dulu mengirim kode soal. Meski demikian lanjut Ikbal, jawaban itu juga tidak bisa dipastikan jawaban yang tidak menyesatkan.
"Sebab bisa saja, pihak-pihak lain mengirimkan jawaban asal, demi nominal tertentu," jelasnya.
ilustrasi
Tapi dengan adanya hal ini semoga kita semakin jujur dalam mensejahterahkan negara ini , hal ini sudah menjadi pelajaran berharga bagi teman-teman calon mahasiswa semoga tidak terpengaruh dengan apa yang menjadi praktek negatif . 031

Tidak ada komentar:
Posting Komentar